Contoh tahapan proses integrasi sosial!

Diposting pada

Pertanyaan :


Contoh tahapan proses integrasi sosial!

Jawaban :

C. Proses Tahapan Integrasi
            1.
Integrasi Nasional

Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia, integrasi nasional mempunyai arti dua macam, yaitu:
a.     
Secara politis, integrasi nasional adalah proses penyatuan berbagai
kelompok
budaya dan sosial ke dalam kesatuan wilayah nasional yang membentuk
suatu identitas nasional.
b.     
Secara antropologis, integrasi nasional adalah proses penyesuaian di
antara unsur-unsur kebudayaan yang berbeda, sehingga mencapai suatu keserasian
fungsi dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Integrasi merupakan
terjemahan dari integration (bahasa Inggris) yang berarti keseluruhan atau
kesempurnaan. Integrasi berarti juga proses pembaharuan hingga menjadi kesatuan
yang utuh atau bulat. Integrasi diri merupakan wujud dari diri seseorang yang utuh,
bulat, dan seimbang serta jujur dan dapat dipercaya. Maurice Duverger
memberikan definisi sebagai berikut, integrasi adalah dibangunnya
interdepedensi yang lebih rapat antara bagian-bagian dari organisme hidup atau
antara suatu proses pengembangan masyarakat di mana segenap kelompok ras dan
etnik mampu berperan serta secara bersama-sama dalam kehidupan budaya dan
ekonomi.
Perwujudan integrasi nasional
masyarakat dan budaya bangsa Indonesia
yang heterogen (beraneka macam) itu diungkapkan dalam semboyan “Bhinneka
Tunggal Ika” yang artinya berbeda- beda suku bangsa, agama, budaya daerah,
tetapi tetap satu bangsa. Istilah Bhinneka Tunggal Ika pertama kali diungkapkan
oleh seorang Empu terkenal di Kerajaan Majapahit, yaitu Empu Tantular, dalam
kitab Sutasoma.
Sementara itu, proses
integrasi nasional harus melalui tahap-tahap sosial dan politik. Menurut Ogburn
dan Nimkof bahwa integrasi merupakan sebuah proses
akomodasi—kerjasama—koordinasi—asimilasi. Asimilasi ini merupakan proses dua
arah (to way process) antaretnik yang berbeda Sehingga diperoleh sebuah
konsensus dan kesepahaman atas dasar keanekaragaman budaya. Konsensus nasional
mengenai bagaimana kehidupan bangsa Indonesia harus diwujudkan atau
diselenggarakan, dan sebagian harus kita temukan di dalam proses pertumbuhan
pancasila sebagai dasar falsafah atau ideologi negara. Integrasi terwujud
melalui beberapa tahapan. Adapun tahapan
proses sosial budaya menuju
terwujudnya integrasi sosial dan nasional, yaitu sebagai berikut.
a.   Tindakan sosial adalah pola perilaku anggota masyarakat dalam
interaksi sosial.
b.   Pola sosial adalah bentuk hubungan sosial yang bersifat tetap
atau berpola dalam interaksi sosial.
c.   Order sosial adalah norma-norma sosial yang tumbuh dan berkembang
dalam kehidupan masyarakat. Order sosial bersifat melekat dan mengatur perilaku
warga masyarakat. Order sosial ada dua, yaitu tertulis dan tidak tertulis.
d.   Keajegan sosial adalah suatu keadaan masyarakat yang teratur dan
bersifat tetap (ajeg), tidak mudah berubah. Keajegan sosial timbul sebagai
hasil hubungan yang serasi dan selaras dalam interaksi sosial antara perilaku
serta nilai dan norma sosial budaya yang berlaku di dalam masyarakat.  

e.   Tertib sosial adalah keadaan masyarakat yang tertib dan teratur.
Tertib sosial merupakan hasil hubungan yang serasi dan selaras antara perilaku
serta nilai dan norma sosial dalam proses interaksi sosial.
Menurut Charles Coolay, integrasi
sosial/nasional akan timbul jika orang atau kelompok orang menyadari bahwa
mereka memiliki kepentingan dan tujuan yang sama.  Coolay melanjutkan bahwa bentuk-bentuk kerja
sama sosial sebagai dasar integrasi sosial/nasional, yaitu sebagai berikut.

a.      Kerja sama spontan (spontaneous
cooperation), yaitu hubungan  kerja
sama yang terjadi secara spontan. Contoh, gotong-royong.

b.      Kerja sama langsung (directed cooperation),
yaitu  hubungan  kerja sama hasil perintah dari atasan
langsung. Contoh, kerja sama di antara anggota suatu organisasi politik.

c.      Kerja sama kontrak (contractual
cooperation), yaitu hubungan  kerja
sama atas dasar kontrak atau perjanjian.

d.      Kerja sama tradisional (traditional
cooperation), yaitu hubungan  kerja
sama atas dasar kebiasaan dan nilai-nilai adat-istiadat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.