pemikiran pembaruan dalam islam yang dilakukan oleh Jamaluddin al- Afgani lebih banyak mengutamakan pembaruan di bidang….

Diposting pada

Pertanyaan :


pemikiran pembaruan dalam islam yang dilakukan oleh Jamaluddin al- Afgani lebih banyak mengutamakan pembaruan di bidang….

Jawaban :

Pemikiran pembaruan dalam islam yang dilakukan oleh Jamaluddin al- Afgani lebih cenderung dengan mengutamakan pembaruan di bidang MODERNISASI PENDIDIKAN.  

Pembahasan

Modernisasi pendidikan adalah jalan yang harus diubah dalam pemikiran islam.

Sebelum lebih lanjut, Jalaludin Al-Afgani dikenal dengan salah satu pendiri ideologi Pan-islamisme. Organisasi Pan-Islamisme merupakan organisasi yang menyatukan negara islam atau negara islam yang baru merdeka untuk dapat bersaing dengan barat dan menentang imperialisme barat yang dinilai berjaya pada masa itu.

Pan Islamisme adalah paham yang bertujuan untuk menyatukan umat Islam sedunia yang juga ingin mengembalikan kejayaan Islam di bidang pengetahuan pada masa Abasyiah, Keamiran Cordoba, penaklukan Konstantinopel yang terangkum di dalam abad keemasan Islam atau The Golden Age of Islam, yang dimulai dari sekitar abad ke 8- abad ke-14.

Salah satu bentuk nyata di dalam mengaplikasikan PAN-Islamisme adalah pembentukan OKI atau Organisasi Konferensi islam di dalam menyatukan negara mayoritas islam di dalamdi dalam satu organisasi.

Jamaludin Al-afgani juga  dikenal seorang pencetus Pan Islamisme asal Afganistan. Ia merupakan keturunan dari pemimpin kekhalifahan ali bin abi thalib, Kekalifahan keempat setalah Utsman bin Affan.

Ia belajar di Eropa dan zairah arab tentang Fisika Sejarah dan Tassawuf. Dalam dunia tarekat dan tasawuf jamaludin al afghani termasuk orang yang spiritualis.

Pembahasan Lebih Lanjut

Selain dari pembaharuan dalam bidang pendidikan, ada juga penerapan lain yang dilakukan oleh Muhammad Abduh khususnya dalam bidang purifikiasi agama.

Ia mengatakan bahwa Pemurnian ajaran Islam mendapat perhatian serius dari Muhammad ‘Abduh berkaitan dengan munculnya bidah dan khurafat yang masuk dalam kehidupan beragama umat Islam.

Selain itu Muhammad ‘Abduh juga melakukan pemikiran dalam mereformasi pendidikan tinggi Islam terkonsentrasi pada universitas almamaternya, Al-Azhar.

Ia menyatakan bahwa kewajiban belajar itu tidak hanya mempelajari buku-buku klasik berbahasa Arab yang berisi dogma ilmu agama untuk membela Islam, tetapi juga kewajiban belajar juga terletak pada untuk mempelajari sains-sains modern, serta sejarah dan agama Eropa, agar diketahui sebab-sebab kemajuan yang telah mereka capai.

Nurcholish Madjid sebagai intelektial islam Indonesia juga menjelaskan bahwa usaha awal reformasi Muhammad ‘Abduh adalah agar dapat memperjuangkan mata kuliah filsafat agar diajarkan di Al-Azhar. Dengan belajar filsafat, semangat intelektualisme Islam yang hilang diharapkan dapat hidup kembali di tengah-tengah masyarkakat.

Pelajari lebih lanjut

Materi tentang Pemikiran Al-Afghani brainly.co.id/tugas/8274996

Materi tentang tarekat dan tassawuf brainly.co.id/tugas/17356502

Materi tentang pemikiran modernisasi islam brainly.co.id/tugas/22002284

========================

Detil Jawaban

Kode          : 11.3.1

Kelas          : 11 SMA

Mapel         : Sejarah

Bab             : Pan Islamisme

#AyoBelajar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.