sebanyak 13,68 gram sukrosa (mr=342) dilarutkan dalam air sampai volune larutan 100ml. pada temperatur 27°C jika R = 0,082 tentukan tekanan osmotik larutan

Diposting pada

Pertanyaan :


sebanyak 13,68 gram sukrosa (mr=342) dilarutkan dalam air sampai volune larutan 100ml. pada temperatur 27°C jika R = 0,082 tentukan tekanan osmotik larutan

Jawaban :

Tekanan osmotik 3,68 gram sukrosa (Mr = 342) dilarutkan dalam air sampai volune larutan 100 ml. pada temperatur 27°C adalah 9,84 atm

Pembahasan

\boxed{\boxed{\bold{Sifat~Koligatif~Larutan~Non~Elektrolit}}}

Sifat koligatif larutan merupakan sifat larutan yang tergantung pada jumlah zat terlarut pada larutan elektrolit dan larutan non elektrolit. Ketika kita mencampurkan zat terlarut dan pelarut sifat kimia zat terlarut hanya mengalami sedikit perubahan, tetapi sifat fisis akan mengalami perubahan drastis ketika dicampurkan. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan jika sifat koligatif larutan tidak tergantung pada jenis zat terlarut. Yang merupakan sifat koligatif larutan adalah

1. Penurunan tekanan uap jenus (∆P)

2. Kenaikan titik didih (∆Tb)

3. Penurunan titik beku (∆Tf)

4. Tekanan osmotik (π)

\boxed{\boxed{\bold{Diket}}}  

massa sukrosa = 13,68 gram

Mr sukrosa = 342

V = 100 mL

T = 27°C

R = 0,082 L.atom/mol.K

\boxed{\boxed{\bold{Ditanya}}}  

Tekanan osmotik larutan sukrosa

\boxed{\boxed{\bold{Jawab}}}  

Menentukan jumlah mol (n) sukrosa

Untuk menentukan jumlah mol (n), dapat menggunakan massa sukrosa dan Mr (massa molekul relatif) yang sudah diketahui :

\boxed{\boxed{\bold{n~=~\frac{a}{Mr} }}}

dengan,  

n = jumlah mol (mol)  

a = massa (gram)  

Mr = massa molekul relatif  

maka,

n sukrosa = \frac{a}{Mr}

n sukrosa = \frac{13,68}{342}

n sukrosa = 0,04 mol

==============================

Menentukan konsentrasi larutan sukrosa

Untuk menentukan konsentrasi larutan sukrosa, dapat menggunakan jumlah mol (n) yang telah dihitung sebelumnya dan volume yang sudah diketahui :

\boxed{\boxed{\bold{M~=~\frac{n}{V}}}}

dengan,

M = konsentrasi (M)

n = jumlah mol (n)

maka,

V = 100 mL

V = 0,1 Liter

C₁₂H₂₂O₁₁ = \frac{n}{V}

C₁₂H₂₂O₁₁ = \frac{0,04}{0,1}

C₁₂H₂₂O₁₁ = 0,4 M

==============================

Menentukan tekanan osmotik larutan sukrosa

Osmosis adalah proses perpindahan molekul pelarut dari larutan yang konsentrasinya lebih kecil/rendah (encer) ke larutan yang konsentrasinya lebih besar/tinggi (pekat) melalui membran semipermeabel. Sedangkan Tekanan osmotik ( Π ) adalah besarnya tekanan yang diperlukan untuk mencegah mengalirnya molekul-molekul pelarut ke dalam larutan yang konsentrasinya lebih kecil/rendah (encer) ke larutan yang konsentrasinya lebih besar/tinggi (pekat) melalui membran semipermeabel.

Besarnya tekanan osmotik larutan encer :

\boxed{\boxed{\bold{\pi~=~M~x~R~x~T}}}

atau    

π = \frac{n}{V} x R x T

dengan  

π = tekanan osmotik larutan    

M = Molaritas larutan

R = Tetapan gas (0,082 L.atm/mol.K)  

T = suhu (Kelvin)

n = jumlah mol zat terlarut    

v = volume larutan (liter)

maka,

T = 27°C

T = 27 + 273

T = 300 K

π = M R T

π = 0,4 x 0,082 x 300

π = 9,84 atm

\boxed{\boxed{\bold{Kesimpulan}}}  

π larutan sukrosa = 9,84 atm

\mathbf{Pelajari~Lebih~Lanjut }  

 

              \boxed{\bigstar}\boxed{\bold{Semoga~Membantu}}\boxed{\bigstar}              

              \boxed{\bigstar}\boxed{\bold{ionkovalen}}\boxed{\bigstar}

\mathbf{Detil~Jawaban }  

Mapel : Kimia

Bab : Sifat Koligatif Larutan

Kelas : XII

Semester : 1

Kode : 12.7.1

#AyoBelajar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.