Sebutkan unsur dan makna tari bedhaya Ketawang….?

Diposting pada

Pertanyaan :


Sebutkan unsur dan makna tari bedhaya Ketawang….?

Jawaban :

A. Adat upacara
       Tari Bedhaya Ketawang ditampilkan pada acara khusus atau resmi. Tari Bedhaya Ketawang hanya dipergelarkan pada acara yang berhubungan dengan peringatan ulang tahun tahta kerajaan. Jadi, tarian tersebut hanya dipergelarkan sekali dalam setahun. Selama tarian berlangsung, dilarang untuk menyajikan makanan dan minuman karena akan mengurangi kekhidmatan acara.
b. Sakral

       Tari Bedhaya Ketawang dianggap sebagai tarian yang diciptakan oleh Ratu Kidul. Bahkan, dipercaya bahwa setiap kali tari Bedhaya Ketawang ditarikan, Ratu Kidul selalu hadir dan ikut menari. Biasanya, penari tari Bedhaya Ketawang dapat merasakan kehadiran Ratu Kidul pada saat latihan. Akan tetapi, tidak setiap orang dapat melihat Ratu Kidul. Hanya orang yang memiliki kepekaan indrawi yang dapat merasakan kehadiran Ratu Kidul tersebut.
c. Religius
       Segi religius dalam tari Bedhaya Ketawang terlihat dari kata-kata yang dinyanyikan oleh suara sinden atau penyanyinya. Kata-kata tersebut antara lain ada yang berbunyi: tanu astra kadya agni urube, kantar-kantar? yen mati ngendi surupe, kyai?? (??kalau mati ke mana tujuannya, kyai?).
d. Tarian percintaan atau tari perkawinan
       Tari Bedhaya Ketawang melambangkan rasa cinta Ratu Kidul kepada Sultan Agung. Perasaan
cinta tersebut terlihat dalam gerak-gerik tangan dan seluruh bagian tubuh, cara memegang
selendang, dan sebagainya. Semua penari tari Bedhaya Ketawang dirias seperti pengantin
(mempelai).
 (Tata rias dan busana penari Bedhaya Anglir Mendung Mangkunegara) 
        Penari tari Bedhaya berjumlah sembilan orang. Para penari putri tersebut harus dalam keadaan bersih secara spiritual (tidak dalam keadaan haid). Selain itu, beberapa hari sebelumnya para penari diwajibkan untuk berpuasa. Komposisi penari Bedhaya Ketawang terdiri atas Endhel, Pembatak, Apit Najeng, Apit Wingking, Gulu, Enhel Weton, Apit Meneng, Dadha, dan Buncit. Pada zaman dahulu, pergelaran tari Bedhaya Ketawang berlangsung selama 2 1/2 jam. Akan tetapi, sejak zaman Paku Buwana X diadakan pengurangan, hingga menjadi 1 1/2 jam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.